Pak Roy, sy urun rembug (ide) 😀😀.

Ada sebuah kalimat yg mengatakan :
“CINTA akan uang adalah akar dari segala kejahatan”

Yang menjadi Fokus adalah SIKAP HATI kita terhadap sesuatu, dlm hal ini contohnya harta/uang.

Yg jadi persoalan itu CINTA akan uang nya,,uang tidak salah.

Ada presuposisi :
“Segala sesuatu di dunia itu tidak memberi makna atas dirinya sendiri; namun manusia lah yg memberi MAKNA terhadap sesuatu tsbt”

Setuju dan betul yg pak Hendry sampaikn. Penekanannya ada pada kata “MELEKAT”. Artinya fokus dan hati kita HANYA utk mengejar hal tsbt. Hal itu bukan berarti bahwa kaya , dan mencari penghasilan itu salah. Kita perlu penghasilan, namun fokus dan hati tetap MELEKAT pada Tuhan.

Terima kasih.
Herry Santoso
http://www.herrysantoso.com

Ada yg mengatakan :
“Di dalam hati manusia ada sebuah ruang kosong, yang hanya PAS utk diisi dg kehadiran Tuhan”

Beberapa orang mencoba mengisinya dg Harta, ketenaran. Mereka beranggapan bahwa stlh mengisi ruang koso g dalam hatinya dg hal2 tersebut, maka ia akan merasa damai dan ruang kosong hatinya terisi dan terpuaskan; namun yg terjadi tidak demikian. Harta, ketenaran TIDAK dapat mengisi ruang kosong tersebut.

Setelah mendapatkan byk harta dan kekuasaan, hatinya justru terap merasa HAMPA.

Ruang kosong hati HANYA bisa diisi dg kehadiran Tuhan.

Harta, ketenaran itu kita pandang sebagai hanya sebuah FASILITAS kehidupan. Fasilitas utk berbuat baik, fasilitas utk memberi dampak bagi kehidupan, dan salah satu fasilitas utk memuliakan Tuhan.
(Ada di buku kedua saya yg segera terbit)

Herry Santoso
http://www.herrysantoso.com

 

 

Advertisements