*BERBUAT BAIK DIAM-DIAM*
RW by GC – May 16, 2017

Pada suatu malam yang cukup dingin, hujan turun dengan sangat hebatnya. Seorang pria tampak sedang menunggu bus di sebuah halte. Tak lama kemudian ia melihat seorang ibu tua setengah baya turun dari sebuah bus kemudian berjalan perlahan mendekatinya & berdiri tepat di sisinya untuk berteduh.

Setelah berdiam beberapa saat, pemuda tersebut memberanikan diri untuk berbicara kepadanya: “Bu, ibu tujuannya mau kemana?”

“Saya ingin ke Matraman, nak”, jawab ibu tua tersebut.

“Loh ? Bus yang tadi ibu naiki kan tadi menuju Matraman. Kenapa ibu turun di sini?”, tanya pemuda tersebut.

Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya ibu itu menjawab: “Nak, di bus tadi ada seorang pemuda cacat. Tak ada seorang pun menawarkan tempat duduk kepadanya & saya tahu bahwa dia akan merasa malu kalau seorang ibu tua seperti saya berdiri untuknya.

Karena itu saya berpura-pura sudah waktunya untuk turun, agar dia dapat duduk & tidak merasa malu. Bagi saya kan masih bisa menunggu bus lain.”

Pemuda itu langsung terperanjat mendengar jawaban seperti itu dari seorang perempuan yang sudah tua seperti ibu tua tsb.

Moral dari cerita ini…

Berbuat baik itu tidak lah harus kaya & melihat usia, Sebab berbuat baik syaratnya adalah harus didasari pamrih & hati yang tulus.

Berbuat baik tidak perlu dipamerkan. Berbuat baik itu cukup kalau bisa membuat orang lain bahagia & hidup lebih baik.

Kita harus punya rasa peduli & penuh dengan Kasih Sayang. Sebab semua Kasih Sayang akan melahirkan Kebaikan-kebaikan & Kebaikan-kebaikan tersebut akan melahirkan Kasih Sayang lainnya.

_”Kindness in words creates confidence. Kindness in thinking creates profoundness. Kindness in giving creates *LOVE*.”_ Lao Tzu

Unsung Hero: http://youtu.be/3w7bf0XmRP4

Have a GREAT Day! GC

Advertisements