Info penanganan stroke, kejadian dialami oleh ayah dari pimpinan/bos saya tadi malam (27-02-2017):
Ia seorang pria usia sekitar 85 thn kena serangan stroke dengan gejala awal (pagi) ngorok meski tidak dlm kondisi tidur kemudian (sore) tubuh sebelah kiri tidak dapat digerakkan, mata jd juling (mata kiri kearah kanan & mata kanan ke bawah) & mulut miring serta tidak dapat bicara.
Dibawa ke rumah sakit dekat rumah (Cibubur), bos saya sangat sedih & berpikir ini mungkin hari terakhir dr ayahnya.

Sekitar 1 jam kemudian pimpinan/bos saya mendapat tlp dari temannya untuk dinner bersama tetapi ditolak karna harus menjaga ayahnya yg sedang terserang stroke.
Mengetahui hal ini teman bos saya langsung menyarankan agar segera dibawa ke RS Gatot Subroto saja dan jangan sampai lewat dari 6 jam sejak serangan steoke karna disana terdapat teknologi pengobatan stroke terkini. Bos saya segera mencari ambulan untuk membawa ayahnya dr RS di Cibubur ke RS Gatot Subroto.

Sesampainya di RS Garot Subroto (sekitar jam 20.30) langsung diambil tindakan (karna sudah di urus sama teman bos saya) selama +/- 1jam. Setelah keluar dari ruangan tindakan ayah bos saya sudah bisa bicara (meski blm normal), mata kembali normal & tangan sudah bisa diherakkan. Pagi tadi (28-2-2017) ayahnya sudah bisa tertawa & bercanda.

Nah pengobatan apakah yg dilakukan di RS Gatot Subroto? Disana setelah dilakukan MRI untuk melihat kondisi otak & syaraf langsung dilakukan penyemprotan ke otak melalui paha (ada sayatan kecil) agar otak kembali dapat dialiri darah.
Ini dinamakan teknologi pengobatan dengan sistem DSA.

Di Indonesia baru ada 2 RS yg memiliki teknologi ini yaitu RS Gatot Subroto & RS Pusat Otak Nasional (RS PON di Cawang).

Kenapa tidak boleh lewat dari 6 jam setelah serangan stroke? Ternyata agat syaraf dimaksud tidak mengering dan syarafnya masih dapat berfungsi karna bila lewat dari 6 jam setelah serangan, maka syaraf otak akan kering dan mati. Biaya belum diketahui karna atah bos saya masih pemulihan di RS.

Sebagai informasi, setelah dilakukan MRI baru ditentukan tindakan yg akan diambil, bila tidak harus dilakukan penyemprotan, dr RS Gatsu tidak akan melakukannya.

Demikian semoga pengalaman ini bermanfaat bagi kita semua, bila berkenan silahkan di share. Tks.
(Sutardjo Wongso)

Advertisements