Helping You Reach Your BIG WINS:
Bbrp waktu lalu, saya turut menghadiri acara Youth & CreativePreneur di Surabaya yg dihadiri Konsultan dan Konjen AS.

Waktu diskusi, saya menyampaikan 3 syarat utama pemberdayaan suatu bangsa:

Mindset
Culture/environment
Collaboration

Mindset berperan paling utama dlm diri seseorang…

The 5 people we mostly hang out with determine our success level.

Orang2 di sekitar kita yg paling sering bergaul dgn kita menjadi cerminan diri kita: pola pikir, preferensi, kebiasaan, termasuk jg tingkat penghasilan…

Pertanyaannya: Banyak tokoh zaman dahulu yg lahir di desa terpencil, tapi akhirnya menjadi pemimpin besar. Kok bisa?

Ternyata, kesamaan dari mereka adalah: mereka berpikir dan berjiwa besar. Dan pengaruh utamanya dari Buku2 Bacaan, yg otomatis mengubah mindset mereka. ๐Ÿ˜€

Readers are Learners,
And Learners are Leaders.

Lalu dari segi environment atau kultur, ini adalah “teman2 bergaul” kita.

Yang terakhir, Kolaborasi.

Krn sehebat2nya seseorang, minat, keunggulan dan kapasitasnya terbatas. Sudah tidak zamannya lg kita membanding2kan si ini lebih baik daripada si itu, krn pasti semua ada lemahnya jg…

Yg tepat adalah mengelilingi diri kita dgn org2 yg bisa melengkapi apa2 yg tidak atau kurang kita kuasai.โ˜บ๏ธ

Ada Teori Pergaulan 33%.

Misalnya, dlm konteks ingin meningkatkan penghasilan atau memperbaiki karier/ilmu/pengalaman, bergaullah dengan

33% orang yg karier, ilmu, dan penghasilannya di atas kita. Ini menjadi mentor kita.

33% bergaullah dgn mereka yg berada pd level yg sama dgn kita. Ini utk menguatkan hati kita agar punya perasaan toleransi dan jg semangat, bahwa kita tidak sendiri.

33% bergaullah dgn orang2 yg levelnya di bawah kita. Kita bisa menjadi mentor utk mereka, bisa membantu mereka jg. Ini menumbuhkan semangat memberi pd diri kita dan jg memberdayakan org lain.

Dlm konteks pergaulan, ada kaitannya banget antara bahasa dan gaya bahasa yg kita gunakan, dgn tipe org2 yg kita “tarik” dlm kehidupan kita ๐Ÿ˜€

Bahkan gaya chatting di medsos dan grup2 seperti WhatsApp dan Telegram pun bisa menjadi cerminan karakter kita sendiri … maupun org lain.

Perhatikan gaya bahasa Anda:
Apakah bersemangat?
Apakah malas-malasan dan cenderung slengekan dan mengeluh?
Apakah membangun?
Apakah cenderung menyalahkan?
Apakah menghargai diri sendiri & orang lain?

Perhatikan gaya bahasa Anda, baik lisan maupun tulisan.
Gaya bahasa Anda menarik orang-orang dan vibrasi gaya bahasa yang sama.

Bahasa adalah cermin mindset.
Watch your words.
Choose them wisely.
—————-
Salam,
Founder & CEO of Pruf Ritz Communications Hub๐Ÿ˜Š
http://www.prufritz.com
Share beragi kebaikan dan manfaat๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Advertisements