1. “Ada pohon yang tumbuh tinggi, namun daunnya tak bisa ayomi. Ada pohon yang rendah, namun pohonnya lebat dan rindang tuk berteduh.”

“Ada manusia yang hanya mengejar prestasi tinggi, namun kurang bermanfaat. Ada yang prestasinya biasa-biasa saja, namun sangat bermanfaat bagi sekitarnya.”

Begitulah manusia, ada berbagai macam di dunia ini, ada yang suka sekali mengejar prestasi namun ia lupa untuk bermanfaat untuk sekitarnya, Seolah ia menumpuk prestasinya untuk dirinya sendiri. Ada pula sosok yang sederhana saja, minim prestasi bahkan mungkin tak punya prestasi. Namun ia senang sekali berinteraksi dengan sekitarnya, ia membuat dirinya bisa bermanfaat dengan kesederhanaannya.

2. “Pohon yang rindang lebih di butuhkkan banyak orang tuk berteduh, daripada hanya yang tinggi.”

“Kemanfaatanmu untuk orang lain lebih dirasa berguna bagi orang lain, daripada prestasi yang hanya untuk dirimu sendiri.”

Orang yang bermanfaat memang lebih dibutuhkan daripada orang yang hanya memiliki prestasi. Kita menjadi berguna bagi orang lain, ketika kita mau berbagi menfaat kepada orang lain. Bukan menjadi sosok pendiam yang merangkul memeluk prestasi sendirian saja. Hanya kebanggan terhadap diri sendiri, namun orang lain tak merasakannya.

3. “Meski sangat tinggi, namun
hanya sedikit orang yang mau berteduh di bawahnya.”

“Meski prestasimu sangat tinggi, namun jika kau tak bermanfaat. Maka hanya ada sedikit orang yang berada di sekitarmu. Kau sendiri dengan piala-pialamu.”

Orang yang terlalu sibuk mengejar prestasinya hingga lupa berinteraksi bertebar sapa dengan lingkungan sekitarnya, niscaya hanya beberapa orang yang bersamanya. Mungkin karena terlalu sibuk mengejar piala, hingga ia lupa dengan sekitarnya. Walau memiliki prestasi setinggi apapun, jika hidup sendirian pastilah akan merasa kesepian.

4. “Meski dari jauh paling terlihat, namun dari dekat pohon tinggi hanyalah tampak menjulang biasa.”

“Meski dari jauh engkau terlihat berprestasi tinggi, namun bagi sekitarmu kau hanya kau hanya nampak seperti manusia pengejar piala.”

Orang yang memiliki prestasi tinggi namun menjadi sosok yang jarang berinteraksi, meski ia sangat terlihat istimewa. Namun dilingkungan sekitarnya ia hanya menjadi sosok asing dengan pialanya. Mungkin juga terlihat hebat, namun kehebatanya menyendirikannya.

5. “Pohon yang rendah buahnya mudah dipetik, pohon yang tinggi sulit terpetik.”

“Sederhana saja, banyak orang lebih mudah mendapat pertolonganmu. Daripada mereka yang punya prestasi namun sulit dihubungi.”

Sosok yang sombong dengan prestasinya, jarang mau bergaul dan bertebar senyuman dengan para teman, para tetangga, para keluarga. Tentu ia menjadi sosok yang sangat sulit dihubungi. Untuk meminta pertolongan dan bantuannya seolah sulit sekali.

6. “Banyak anak dengan mudah memanjat bermain di atas ranting pohon yang rendah, namun pohon yang tinggi sulit dan ditakuti untuk dinaiki.”

“Kesederhanaan membuatmu lebih mudah akrab dengan orang lain, kesombongan dengan prestasi membuatmu sulit dijangkau orang.”

Orang yang sederhana memang sangatlah mudah bergaul dengan orang lain. Berbeda dengan orang yang berprestasi namun sombong, atau bukan sombong tetapi merasa dirinya lebih diatas orang lain maka banyak orang enggan berkumpul dengan dia. Khawatir bila direndahkan, khawatir jika tak dihargai hingga bisa melukai hati.

7.“Jadilah pohon yang tinggi namun tetap rindang.”

“Jadilah dirimu punya prestasi tinggi, namun selalu berusaha bermanfaat untuk orang lain. Itu lah yang sunggu sangat mulia dan begitu istimewa.”

Teristimewa adalah sosok yang mempunyai prestasi tinggi namun ia tetap rendah hati, mau bergaul dan berinteraksi. Tidak menutup diri dengan orang lain, tidak merasa bahwa dirinya lebih dari orang lain. Sehingga orang lain dengan mudah merasakan kehadiran dan manfaatnya. Ia menjadikan prestasinya bukan untuk tampak lebih tinggi, namun menjadikannya sebagai media untuk lebih bermanfaat kepada orang lain.

Sumber : AJP Creations

copas dari bp. Nicho…..

Advertisements