“Anak jaman sekarang sulit diajar, mereka berbeda dengan anak2 jaman dahulu.”

itu pernyataan yang sering saya dengar. maka kita harus tahu kuncinya.
“fokus pada bakat mereka dan bukan pada kekurangan mereka.”

itu kuncinya, dengan cara itu, kita (org tua dan anak) bisa berkomunikasi lebih baik.
Semua orang punya kunci itu didalam diri mereka, saat masih kecil, ada begitu banyak dukungan dan pujian, untuk membantu kita melewati berbagai macam rintangan.
kita tak sadar betapa beruntungnya kita saat itu. seiring waktu berlalu, dukungan dan pujian itu berubah seiring kita tumbuh dewasa.

semua jadi berbeda. berikanlah lebih banyak pujian, lihatlah sisi baik seseorang, apakah itu sulit ?

semua orang butuh pujian, tapi kenapa kita sering ragu untuk sekedar memberi pujian ?

dalam diri setiap anak, ada sisi gelap dan sisi terang.

Carilah sisi terang dan semua yang baik akan muncul.

Ada pepatah yang berbunyi, “Barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna. Barang tidak berguna jika dipakai dengan benar akan jadi berguna.”

Saat kita mengakui bakat atau kelebihan seseorang, terjadilah keajaiban.
dari sini kita belajar, pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan.
keajaiban ini mungkin berasal dari sepatah kata yang paling sederhana, ekspresi, atau tindakan yang paling kecil sekalipun. kita tak pernah tahu apa yang bisa kita ubah.

* Dear para orang tua, kami adalah anakmu, memarahi, menyuruh dan mendikte kami sungguh tidak mengajarkan kami, semua itu hanya membuat kami menutup diri dan meredupkan cahaya2 keajaiban dalam diri kami. terimalah masukkan2 dan kritikan kami terhadap kalian, sesungguhnya kami ingin kita hidup dalam keharmonisan, saling mendengar, saling belajar, karena kelak kami anak2mu juga akan jadi orang tua, sama seperti kalian. dari kalianlah kami belajar bagaimana menjadi orang tua. Ibu, terima kasih selalu memelukku dan mengajarkan bahwa cinta kasihmu bagai air syurga yang menyejukkan hati dan fikiranku. Ayah, terima kasih telah menjagaku dan mengajarkan tanggung jawab serta perjuangan itu penting. Ayah, Ibu, maafkan aku yang masih nakal ini, mungkin semua itu hanya untuk menarik perhatian kalian, karena aku rindu masa2 kecilku dalam pelukkan hangat kalian. bimbing dan dampingilah anakmu ini agar mampu menjadi keajaiban2 yang menyinari dunia yang hanya sementara ini. terima kasih, aku sayang kita semua.

dari anak2mu, yang merindukanmu.

Advertisements