HEDONIC TREADMILL

(Tulisan Prof Akhmaloka, mantan Rektor ITB  periode 2010-2014)

Pertanyaan: Kenapa makin tinggi income seseorang, makin menurunkan arti/fungsi/peran uang dalam membentuk kebahagiaan?

Kajian-kajian ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang dikenal dengan nama: “hedonic treadmill”.

Hedonic treadmill, ilustrasinya sbb:
saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gaji naik 30 juta/bln, eh… semua habis juga.

Kenapa begitu?

Karena harapan/ekspektasi dan gaya hidup ikut naik, sejalan dgn kenaikan penghasilan. Dengan kata lain, nafsu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dgn peningkatan income.

Itulah kenapa disebut hedonic treadmill:
seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju!

Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza, saat income 50 juta/bulan berubah naik pengen punya Alphard.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.

Ada eksperimen menarik: Pemenang undian Rp5 milyar diobsevasi kebahagiaannya 6 bulan setelah mendapat hadiah.

Apa yang terjadi?

6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaannya SAMA dengan sebelum menang undian berhadiah.
Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari jebakan hedonic treadmill?

Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung?

Terapkanlah gaya hidup yg bersahaja! Gaya hidup yg tidak berlandaskan gemerlap kemewahan materi.

Mengubah orientasi hidup! Makin banyak berbagi, semakin banyak memberi kepada orang lain, ternyata semakin membahagiakan . . . Bukanlah banyaknya materi yg terkumpulkan membuat kebahagiaan terpuaskan!

When enough is enough.

Kebahagiaan itu kadang sederhana, misal: masih bisa menikmati secangkir kopi panas; memeluk anggota keluarga dikasihi; memulai hari hari senyum; menyapa dan memberi tip tukang sampah; membaca “makanan” rohani sepanjang perjalanan ke tempat tugas; berbakti kepada bangsa dan negara, maka akan dirasakan betapa indahnya hidup ini!

Advertisements