RW by GC – May 12, 2016

Bagi kebanyakan org, saat2 yg paling membahagiakan adalah ketika mereka “MENERIMA” sesuatu dari org lain.

Di Tiongkok, ada se-org pria yg sangat dermawan. Dia selalu memberi dan tdk pernah mengharapkan balasan apa pun. Suatu ketika seorang wartawan mewawancarainya.

“Kapan Anda memberi?”
Pria tersebut menjawab, “Ketika saya merasa Kaya”.

Wartawan tersebut bertanya lagi “Kapan Anda merasa kaya?”
Pria tersebut menjawab, “Ketika saya Memberi”

Sungguh jawaban yg luar biasa ! Kita akrab memberi ketika kita merasa kaya. Merasa kaya tdk selalu berarti harus benar2 kaya. Sebenarnya kaya atau tdk itu adalah masalah mentalitas

Ada orang yg sudah mapan secara finansial. Tetapi terus menerus merasa kurang dan maunya di bantu terus.

Ada juga orang yang penghasilannya biasa-biasa saja, tapi dia merasa cukup bahkan merasa kaya sehingga dia mau berbagi kepada orang lain.

Jadi bagaimanapun keadaan finansial kita saat ini, sesungguhnya memberi itu bisa dilakukan dengan mudah. Adalah jauh lebih berbahagia ketika kita memberi dari pada menerima.

Semakin banyak memberi kita akan semakin berkelimpahan. Hidup akan menjadi penuh makna dan kita akan jauh lebih bahagia.

Terlalu pelit utk memberi akan membuat hidup kita selalu merasa kekurangan. Kita tidak akan pernah merasa cukup. Seumur hidup kita akan di perbudak oleh kekayaan kita. Dan kita tidak akan bahagia.

Marilah belajar utk menjadi murah hati.

Sesungguhnya yg pertama mendapat berkat dari pemberian kita bukanlah org yg menerima, tetapi justru diri kita sendiri.

“We make a living by what we get, but we make a life by what we give.” Winston Churchill

Have a GREAT day! GC

Advertisements